Dia mengatakan, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap mata kering membuat banyak orang datang terlambat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
“Padahal jika dibiarkan, mata kering dapat mengganggu produktivitas dan kualitas hidup,” ujarnya.
Kesadaran inilah yang melatarbelakangi peluncuran kampanye “Bebas Mata SePeLe” oleh INSTO Dry Eyes. SePeLe merupakan singkatan dari Sepet, Perih, dan Lelah: tiga gejala mata kering yang sering dianggap ringan, padahal menjadi tanda awal gangguan mata.
“Kami menemukan bahwa empat dari sepuluh orang mengalami mata kering, namun separuhnya tidak menyadari kondisinya,” ujar GM Eye Care Combiphar Farah Feddia.
Fakta ini menunjukkan bahwa edukasi masih sangat dibutuhkan agar masyarakat lebih peka terhadap gejala mata kering.
INSTO Dry Eyes dan Solusi yang Tidak Bisa Asal-Asalan
Kampanye ”Bebas Mata SePeLe” tidak berhenti pada pesan komunikasi. Sejak Agustus 2025, kampanye ini digelar di berbagai kota, mulai dari Yogyakarta, Bandung, hingga Jakarta, dengan pendekatan langsung ke masyarakat.
Pada 7–9 November 2025, kampanye ini hadir di Gandaria City, Jakarta. Di tengah aktivitas pusat perbelanjaan, masyarakat diajak berhenti sejenak untuk memeriksakan mata, mengikuti edukasi interaktif, dan mengenali gejala mata kering lebih jauh. Pemeriksaan mata kering gratis menjadi pintu masuk bagi banyak orang untuk pertama kalinya menyadari kondisi mata mereka.
Di ruang-ruang itulah banyak orang datang dengan perasaan baik-baik saja, lalu pulang dengan pemahaman baru bahwa mata sepet, perih, dan lelah bukan sesuatu yang selalu bisa diabaikan.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





