Mata SePeLe: Saat Sepet, Perih, dan Lelah Mata Ternyata Ancaman Besar 

Ilustrasi. (Foto: SISCA O.S./SumbarFokus.com)

Dalam konteks penanganan, mata kering tidak bisa diselesaikan secara sembarangan. Dr. Eka menjelaskan, tatalaksana mata kering dapat meliputi perubahan kebiasaan, kompres hangat, lid hygiene, latihan berkedip, hingga penggunaan artificial tears sebagai pengganti air mata. Pada kondisi tertentu, diperlukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan penanganan yang sesuai.

Sebagai salah satu solusi, INSTO Dry Eyes diformulasikan khusus dengan Hydroxypropyl Methylcellulose (HPMC), bahan aktif yang bekerja sebagai pelumas menyerupai air mata dan membantu meringankan iritasi akibat kurangnya produksi air mata. Kandungan ini bahkan diajukan oleh International Council of Ophthalmology (ICO) ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai bagian dari panduan terapi untuk gejala mata kering.

Bacaan Lainnya

Namun, pesan utama kampanye ini bukan semata soal produk. Yang ingin dibangun adalah perubahan cara pandang. Bahwa mata sepet, perih, dan lelah bukan kondisi yang harus selalu diterima sebagai konsekuensi hidup modern.

Bagi Shiddiq, kesadaran itu datang setelah sekian lama mengabaikan sinyal dari tubuhnya sendiri.

“Jadi sekarang, kalau mata mulai terasa tidak nyaman, saya tidak langsung menganggapnya sepele, karena dampaknya juga tidak sepele,” sebutnya.

Cerita Shiddiq adalah cerita banyak orang. Mata kering sering hadir tanpa drama. Tidak berteriak. Tidak memaksa. Ia hanya perlahan mengganggu, sampai suatu hari terasa terlalu berat untuk diabaikan.

Di balik angka 41 persen, ada jutaan mata yang terus bekerja setiap hari. Mata yang jarang dikeluhkan, tetapi memikul beban besar. Melalui kampanye “Bebas Mata SePeLe”, INSTO Dry Eyes mengajak masyarakat untuk berhenti sejenak, mendengarkan, dan mulai peduli.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait