Pendidikan yang berkualitas, menurutnya, menjadi kunci agar generasi muda mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga global.
“Sumatera Barat punya modal sosial dan kultural yang luar biasa. Anak-anak mudanya kritis, berbudaya, dan cepat belajar. Yang dibutuhkan hanya satu: akses yang merata dan pembinaan yang berkelanjutan,” katanya.
Rahmat menambahkan, pihaknya di DPR RI akan terus mengawal alokasi anggaran pendidikan, termasuk mendorong keberpihakan pada daerah-daerah tertinggal.
Sementara itu, saat ditanya soal perhatian pemerintah pusat terhadap pendidikan di luar Pulau Jawa, Rahmat tidak menampik masih adanya disparitas perhatian.
Dia berharap, Kemendikbudristek dapat lebih proaktif mendengar dan merespons kebutuhan daerah, bukan hanya sekadar menyusun kebijakan dari pusat.
“Kita butuh pendekatan bottom-up. Jangan semua dikendalikan dari Jakarta. Masyarakat di Sumbar tahu betul apa yang mereka butuhkan, dan itu harus jadi pertimbangan utama dalam perumusan kebijakan nasional,” katanya tegas.
Rahmat juga mengajak para kepala daerah di Sumbar untuk serius menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan.
Menurutnya, banyak program pendidikan yang bagus namun kurang maksimal diimplementasikan karena tidak adanya komitmen politik dari eksekutif daerah.
“Investasi pendidikan adalah investasi jangka panjang. Tapi hasilnya akan menentukan wajah Sumbar 20 sampai 30 tahun ke depan,” ucapnya.
Rahmat berharap peringatan Hardiknas kali ini dapat menjadi semangat baru untuk memperbaiki sistem pendidikan yang lebih adil, inklusif, dan relevan dengan tantangan zaman.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





