PAYAKUMBUH (SumbarFokus)
Penolakan tegas disampaikan Niniak Mamak Nagari Koto Nan Ompek terhadap kesepakatan pemanfaatan tanah ulayat Pasar Syarikat yang diklaim telah ditandatangani Pemerintah Kota Payakumbuh bersama perwakilan niniak mamak dua nagari.
Niniak Mamak Koto Nan Ompek menyatakan kesepakatan tersebut tidak pernah ada dan dianggap menyalahi aturan adat salingka nagari. Sikap ini disampaikan melalui siaran pers kepada media, Senin (5/1/2026) malam.Niniak Mamak Koto Nan Ompek menyatakan kesepakatan tersebut tidak pernah ada dan dianggap menyalahi aturan adat salingka nagari. Sikap ini disampaikan melalui siaran pers kepada media, Senin (5/1/2026) malam.
Pernyataan penolakan disampaikan Guru Adat Dt. Parmato Dirajo Ati Omeh, Sekretaris Tim Aset Nagari Dt. Simarajo Lelo, Ir. Almaisyar Dt. Bangso Dirajo Nan Kuniang, Tedy Dt. Mangkuto Dirajo, Dr. Wendra Yunaldi, dan Dr. Anton Permana Dt. Hitam.
Guru Adat Dt. Parmato Dirajo Ati Omeh menegaskan, keputusan terkait tanah ulayat tidak dapat diambil sepihak oleh sebagian niniak mamak.
“Keputusan tertinggi ada pada musyawarah dan mufakat adat yang diadakan oleh Urang Ompek Jiniah, yaitu niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, serta bundo kanduang di Balai Adat. Ka Ompek Suku tidak bisa sepihak mengambil keputusan tanpa mandat nagari,” tegasnya.
Sekretaris Tim Aset Nagari Dt. Simarajo Lelo menyebut, kehadiran niniak mamak dalam penandatanganan kesepakatan tersebut bersifat pribadi dan tidak dapat mengatasnamakan nagari.
“Bahkan ada yang masih merasa menjadi Ketua KAN dan ikut menandatangani akta perjanjian, padahal secara de facto sudah ada Ketua KAN terpilih, yaitu Dt. Rajo Sinaro,” ujarnya.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





