Sementara itu, Opsen PKB dan BBNKB Kabupaten Sijunjung menembus Rp21,53 miliar, dengan realisasi Opsen BBNKB mencapai 224,48 persen.
Di luar sektor kendaraan, UPTD juga mengoptimalkan pajak non-kendaraan. Pada sektor Pajak Air Permukaan tercatat sembilan objek pajak aktif, dengan PDAM Tirta Sanjung Buana sebagai penyumbang terbesar.
Untuk Pajak Alat Berat, pihaknya mendata tujuh unit wheel loader milik tiga perusahaan, yakni PT Sumatera Karya Agro, PT Sawit Makmur Perkasa, dan PT Kemilau Permata Sawit. Dominasi alat berat keluaran 2024โ2025 dinilai menunjukkan potensi peningkatan penerimaan pada tahun-tahun mendatang.
Anggota Komisi III DPRD Sumbar Daswanto menilai capaian tersebut perlu dijaga dengan penguatan kelembagaan, sumber daya manusia, serta dukungan sarana prasarana.
Dia menegaskan bahwa realisasi yang melampaui target tidak boleh membuat kinerja stagnan.
โCapaian PAD yang melampaui target ini tidak boleh membuat kita berpuas diri. Justru harus menjadi dasar untuk memperkuat sistem, menambah personel, dan memastikan sarana pendukung pelayanan Samsat benar-benar memadai,โ ujarnya.
Dia menyebutkan Komisi III akan terus mendorong optimalisasi PAP dan PAB melalui pendataan akurat dan koordinasi lintas pemerintah daerah agar potensi PAD dapat digarap maksimal dan berkelanjutan. (003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





