Pasca Banjir Bandang, Warga Pauh Minta Jembatan Darurat hingga Huntap saat Reses Evi Yandri

Mayoritas warga Kecamatan Pauh, Kota Padang, menyampaikan aspirasi terkait penanganan pascabencana banjir bandang saat kegiatan reses Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Evi Yandri Rajo Budiman, di Huntara Mandiri Kepalo Koto, Jumat (6/2/2026). (Foto: DPRD Sumbar/SumbarFokus.com)

“Bantuan untuk yang rusak ringan dan sedang sudah tersedia. Silahkan masukan propasal untuk uang belum,” ujar perwakilan dinas.

Evi juga meminta lurah segera mencatat warga yang belum terdata, termasuk untuk pendataan huntap. Dia mengimbau warga menyimpan foto rumah sebelum diperbaiki sebagai bukti autentik.

Bacaan Lainnya

“Pendataan ini sangat penting. Jika tidak maka bisa seperti pembangunan huntap di Pasaman yang sampai sekarang masih bermasalah, padahal bencana di sana sudah dari tahun 2022,” katanya.

Menurut dia, sejumlah usulan memang menjadi kewenangan pemerintah kota atau pusat, namun tetap akan dikoordinasikan.

“ Tapi itu tidak masalah. Akan saya koordinasikan dengan pemerintah pusat dan kota Padang sampai terlaksana. Yang jelas ibu dan bapak mesti kooperatif, dukung dan bantu pembangunannya, jangan dipersulit apalagi diganggu. Jika selesai kan lingkungan Kita juga yang aman, Kita juga yang untung,” tuturnya.

Selain itu, warga yang mulai bangkit secara ekonomi juga akan dibantu, seperti peternak bebek mendapat pakan dan benih, serta pelatihan memasak kue dan menjahit bagi kaum ibu.

“Mari kita atur langkah kita kembali, perbaiki lagi ekonomi masing-masing selagi pemerintah mengupayakan secepatnya perbaikan infrastruktur,” kata Evi. (003)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait