“Fraksi PKS sangat concern dan mengoreksi kebijakan Pemerintah ini. Saat ini, belum ada alternatif yang setara dengan Pertalite dari segi harga dan kualitas,” tegas Nevi.
Lebih lanjut, Nevi menyoroti bahwa pemerintah belum serius dalam mengembangkan alternatif seperti mobil listrik, Bahan Bakar Gas (BBG), atau Bahan Bakar Nabati sebagai solusi yang viable.
“Pemerintah seharusnya lebih serius dalam menggali potensi alternatif BBM yang lebih ramah lingkungan dan terjangkau oleh masyarakat,” ujarnya.
Nevi juga menyinggung tentang perbandingan harga BBM di Indonesia dengan negara-negara lain, menggarisbawahi bahwa harga BBM di Indonesia termasuk tinggi.
“Jika kita bandingkan, seperti di Malaysia, di mana pendapatan per kapita lebih tinggi tetapi harga BBM lebih murah, atau bahkan di Arab Saudi, kita dapat melihat disparitas yang signifikan. Ini menunjukkan bahwa ada ruang untuk pemerintah dalam menyesuaikan kebijakan harga BBM yang lebih berpihak kepada masyarakat,” papar Nevi.
Hj. Nevi Zuairina mengakhiri dengan mengajak pemerintah untuk berdialog dan mencari solusi bersama yang dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat tanpa menambah beban ekonomi yang sudah mereka alami.
“Kami di Fraksi PKS siap berdialog dengan pemerintah untuk menemukan solusi terbaik yang mendukung keberlangsungan hidup masyarakat kecil,” pungkas Nevi Zuairina. (000)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





