PADANG (SumbarFokus)
Wali Kota Padang Fadly Amran mendampingi Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana Rustian meninjau dua lokasi lahan aset Pemerintah Kota Padang yang direncanakan untuk pembangunan hunian sementara dan hunian tetap, Senin (15/12/2025).
Dua lokasi yang ditinjau berada di belakang Pasar Simpang Haru Kelurahan Sawahan Timur Kecamatan Padang Timur serta kawasan Bumi Perkemahan Air Dingin Kelurahan Balai Gadang Kecamatan Koto Tangah.
Fadly Amran menyampaikan penyediaan hunian bagi warga terdampak bencana menjadi prioritas Pemko Padang, terutama bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan bermukim di kawasan rawan bencana.
“Hingga kini 80 kepala keluarga sudah direlokasi ke Huntara Rumah Khusus Nelayan di Lubuk Buaya. Ke depan kami menyiapkan sekitar 500 unit hunian tetap sebagai solusi jangka panjang,” kata Fadly Amran.
Dia menegaskan pembangunan hunian tidak hanya untuk menyediakan tempat tinggal layak, tetapi juga memberi rasa aman serta mendukung pemulihan sosial dan ekonomi warga pascabencana.
Sementara itu Sekretaris Utama BNPB Rustian menyatakan BNPB siap mendukung percepatan pemulihan di Kota Padang, termasuk penyediaan hunian sementara dan hunian tetap.
“Kami mendukung penuh langkah Pemko Padang agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan cepat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanahan Kota Padang Desmon Danus menjelaskan lahan di belakang Pasar Simpang Haru seluas sekitar 5.000 meter persegi dengan status hak pakai Pemko Padang dan layak untuk pembangunan sekitar 100 unit huntara. Sementara lahan di kawasan Bumi Perkemahan Balai Gadang seluas 2,98 hektare berpotensi dibangun 300 hingga 400 unit huntap beserta fasilitas pendukung. (000/003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






