PADANG (SumbarFokus)
Pemerintah Kota Padang terus mempercepat pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi. Hingga Jumat (29/11/2025), sejumlah hidran umum telah dipasang di berbagai titik pengungsian dan lokasi strategis di 11 kecamatan. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya tanggap darurat menyusul rusaknya sebagian besar Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumda AM.
Di Kecamatan Pauh, tiga unit hidran umum ditempatkan di SDN 05 Kepala Koto yang menampung sekitar 300 pengungsi, serta satu unit di dapur umum Kemensos di kawasan yang sama. Sementara di Kecamatan Koto Tangah, satu unit hidran umum disiagakan di dapur umum TNI AU Lumin Park dan satu unit di Posko Utama Lumin Park yang menampung 80 pengungsi.
Layanan serupa juga tersedia di Komplek Mega Asri Kecamatan Padang Timur dan di Kantor BWS Sumbar di Kecamatan Padang Utara, masing-masing satu unit untuk memastikan kebutuhan air bersih warga terpenuhi. Di Padang Utara, Posko Wisma Indah juga mendapat satu unit hidran umum tambahan.
Di Kecamatan Nanggalo, satu unit hidran umum terpasang di Posko Masjid At-Taubah Banda Gadang yang menampung 100 pengungsi, serta dua unit hidran umum di Posko Tabiang Banda Gadang yang menjadi salah satu lokasi pengungsian terbesar dengan 2.225 jiwa atau 752 KK.
Penyediaan hidran umum juga dilakukan di beberapa titik pengungsian lainnya di Kecamatan Koto Tangah. Dapur umum mandiri Komplek Wahana Koto Panjang menampung sekitar 100 pengungsi dengan dukungan satu unit hidran umum. Masjid Al-Hijrah di Koto Panjang Ikua Koto memiliki satu unit hidran umum untuk 212 pengungsi. Di wilayah Dadok Tunggul Hitam, dua unit hidran umum dipasang di Mushalla An Nabawi untuk melayani 300 KK pengungsi, sementara Masjid Pisabilillah, Masjid Darul Jamil, dan Mushalla Babul Jannah masing-masing mendapat satu unit hidran umum untuk melayani 100 hingga 200 KK pengungsi.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





