PADANG (SumbarFokus)
Pemerintah Kota Padang bergerak cepat menangani dampak psikologis yang dialami anak-anak pascabencana banjir bandang yang melanda kota pada Jumat pekan lalu. Melalui Tim Trauma Healing, pemerintah mendatangi sejumlah titik pengungsian untuk memulihkan kondisi mental anak yang terdampak.
Plt Kepala DP3AP2KB Padang Imelda Novalin mengatakan, Tim Trauma Healing mulai turun sejak sehari setelah banjir terjadi.
“Kita langsung turunkan Tim Trauma Healing sejak Sabtu lalu,” ujar Imelda, Selasa (2/12/2025).
Pada hari pertama, tim mendatangi Posko Pengungsian SD 02 Cupak Tangah, Kecamatan Koto Tangah. Belasan anak mengikuti sesi edukasi dan bermain bersama petugas. Selain pendampingan psikososial, tim juga membawa donasi berupa makanan kecil, susu, pampers, pakaian dalam, dan kebutuhan lainnya.
Setelah dari Cupak Tangah, Tim Trauma Healing melanjutkan pendampingan di Posko Masjid Darussalam, Kelurahan Lubuk Minturun. Kegiatan berlanjut pada Minggu (30/11/2025) di Posko SMP 29 Dadok Tunggul Hitam.
Pada Senin (1/12/2025), trauma healing dilakukan untuk siswa SD 49 Batang Kabung, yang sekolahnya terdampak banjir bandang sehingga proses belajar mengajar dipindahkan sementara ke SD 47 Koto Pulai. Selanjutnya pada Selasa (2/12/2025), tim mendatangi SD 15 Padang Sarai.
Menurut Imelda, pendekatan psikososial ini dilakukan untuk membantu anak-anak agar dapat kembali pulih secara mental.
“Kita memberikan arahan supaya mereka tidak dalam kondisi trauma, mengajak bermain bersama, bercerita, meningkatkan kepercayaan diri, dan mengingatkan agar tetap waspada,” jelasnya.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





