Menurutnya, UMKM sulaman di Pariaman memiliki potensi besar, namun masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya dalam manajemen produksi dan pemasaran.
“Sinergi dengan perguruan tinggi sangat penting untuk mendorong UMKM naik kelas. Harapannya, pelatihan ini memberi dampak nyata dan berkelanjutan bagi para pengrajin kita,” tambahnya.
Pelatihan ini akan berlangsung selama dua bulan penuh, dengan 16 kali pertemuan setiap akhir pekan. Materi yang diberikan mencakup aspek teknis sulaman, manajemen modern, pengendalian kualitas, efisiensi waktu, branding, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran produk. Dalam kesempatan itu, tim pengabdi juga menyerahkan bantuan peralatan sulaman kepada seluruh peserta untuk mendukung peningkatan produktivitas.
Pemerintah Kota Pariaman berharap kolaborasi ini dapat memperkuat jejaring usaha mikro, menciptakan kemandirian ekonomi, serta menjadikan seni sulaman Pariaman sebagai produk unggulan yang mampu bersaing di pasar global. (028)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






