“Ada investor yang sudah meminta disiapkan lahan sekitar 100 hektare untuk berinvestasi di kawasan ini. Ini menjadi sinyal positif bagi masa depan Teluk Tapang,” katanya.
Mahyeldi menyebut, kawasan tersebut direncanakan untuk pengembangan industri pengolahan kelapa sawit atau hilirisasi sawit. Pasaman Barat merupakan salah satu daerah penghasil sawit terbesar di Sumbar sehingga memiliki potensi besar untuk pengembangan industri turunan.
“Kelapa sawit memiliki banyak produk turunan yang bisa dikembangkan melalui hilirisasi. Ini akan meningkatkan nilai tambah komoditas daerah,” ucapnya.
Dia menambahkan, hasil hilirisasi sawit berpotensi menghasilkan berbagai produk strategis seperti biodiesel, avtur, serta produk industri lainnya yang dibutuhkan pasar nasional.
Pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang diharapkan mampu memperkuat konektivitas logistik, meningkatkan aktivitas ekonomi daerah, serta membuka peluang kerja dan investasi bagi masyarakat Pasaman Barat dan Sumatera Barat secara umum. (000/adpsb)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





