Pengelola Perusahaan Pers Kritik Dubalang Kota: “Mulai Bertingkah Seperti Preman Berseragam”

Daniel menyebut, Dubalang Kota awalnya dibentuk sebagai perpanjangan tangan Satpol PP di tingkat kelurahan. (Foto: Ist./SumbarFokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Dubalang Kota Padang menuai sorotan. Pengelola perusahaan pers di Padang, Daniel, menilai keberadaan dubalang yang semestinya membantu menjaga ketertiban justru berkembang menjadi sumber keresahan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Daniel menyebut, Dubalang Kota awalnya dibentuk sebagai perpanjangan tangan Satpol PP di tingkat kelurahan. Mereka digaji dari APBD, diberi seragam, dan diberi mandat untuk menjaga ketertiban lingkungan.

“Harapannya jelas, mereka hadir sebagai penjaga keamanan, bukan sumber keresahan,” ujar Daniel.

Namun menurutnya, realitas di lapangan berubah.

“Sebagian dari mereka kini mulai bertingkah layaknya kelompok preman yang diberi seragam,” kata Daniel.

Dia menilai, persepsi publik terbentuk oleh tindakan represif dubalang terhadap warga.

“Dubalang kota m melakukan tindakan kekerasan terhadap warga, padahal mereka bukan aparat penegak hukum penuh dan kewenangannya sangat terbatas,” jelasnya.

Daniel menyoroti kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang pemilik kafe di kawasan By Pass. Menurutnya, apa pun alasan pemicu kejadian, tindakan brutal tidak dapat dibenarkan.

“Dubalang bukan penentu hukum, bukan hakim jalanan, bukan eksekutor lapangan yang boleh main tangan hanya karena merasa berkuasa,” tegasnya.

Dia menilai ketika kekerasan dipilih sebagai cara berkomunikasi, dubalang kehilangan legitimasi moral sebagai penjaga ketertiban.

“Yang tersisa hanya ketakutan dan rasa tidak aman,” ujarnya.

Selain perilaku individu, Daniel juga mempertanyakan adanya kelemahan pengawasan.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait