Ketua Tim Peneliti Dr. Amy Fontanella dari PNP menyampaikan bahwa kolaborasi antardisiplin dan teknologi adalah kunci untuk menciptakan manfaat ekonomi dari potensi lokal. “Kami tidak hanya fokus pada inovasi rasa, tapi juga membangun sistem yang memperkuat ekonomi lokal,” sebutnya.
Sementara itu, PIC kegiatan Juliana Siregar, Ketua Prodi D3 Tata Boga Fakultas Pariwisata dan Perhotelan UNP, menyatakan bahwa target berikutnya adalah menyiapkan skala produksi dan strategi pemasaran digital.
“Kami ingin produk olahan jamur ini tak hanya lezat dan sehat, tapi juga menjadi identitas baru kuliner Minang berbasis nabati,” ujarnya.
Dengan pendekatan berbasis kearifan lokal dan semangat kolaboratif, program ini diharapkan menjadi model sinergi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan dunia usaha dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inovatif, mandiri, dan berkelanjutan di Sumatera Barat. (000/unp)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






