PT BRM Kerahkan Petugas dan Alat Berat Bantu Pemulihan Pascagalodo di Malalo

PT Bukit Raya Mudisa (BRM) mengerahkan petugas bersama alat berat ke kawasan terdampak galodo di Kenagarian Padang Laweh dan Guguak Malalo, Kabupaten Tanah Datar. (Foto: Ist./SumbarFokus.com)

“Sejak tahun 1958, sudah delapan kali daerah kami dihantam galodo. Tapi kali ini yang paling parah,” ujar Yuharni, warga Jurong Padang Laweh, yang rumahnya nyaris hilang dihantam arus.

Material berupa tanah, batu, dan kayu memenuhi pemukiman hingga setinggi 1,5 meter. Beberapa rumah terseret hingga jatuh ke Danau Singkarak. Jembatan utama juga rusak dan aliran listrik terputus total.

Empat hari setelah kejadian, akses jalan sudah kembali terbuka berkat pengerahan alat berat. Namun rumah warga sebagian besar masih tertimbun material.

“Kejadiannya begitu tiba-tiba, tepat saat masyarakat hendak melaksanakan Salat Jumat,” tutur Supriyatno, warga lainnya. Rumahnya berukuran 9 x 12 meter kini lenyap tertimbun batu besar dan tanah dari bukit sekitar lima kilometer dari lokasi.

Meski kerusakan sangat parah, tidak ada korban jiwa. Warga telah mengungsi sejak galodo pertama yang terjadi pada Selasa (24/11/2025).

Tiga Jurong Terdampak

Galodo Malalo menghantam tiga jurong: Padang Laweh, Guguak Malalo, dan Muara Tambius. Kerusakan terberat terjadi di Muara Tambius yang berada tepat di tepian aliran anak sungai menuju Danau Singkarak. Material dalam jumlah besar menghantam langsung kawasan tersebut.

Di dua jurong lainnya, kerusakan juga signifikan akibat aliran baru dari guguran bukit yang membawa tanah, batu, serta kayu, dan merusak lahan perkebunan serta sawah warga.

Perbaikan Berjalan Bersama

Pantauan pada Kamis (4/12/2025) menunjukkan proses perbaikan terus berlangsung. Personel TNI, Polri, relawan, BPBD Tanah Datar, serta tim PT BRM bekerja bersama membuka akses dan membersihkan pemukiman.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait