PADANG (SumbarFokus)
Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mencatat kinerja sistem pembayaran digital terus menguat sepanjang 2025, ditandai dengan capaian QRIS yang melampaui target nasional serta meningkatnya transaksi lintas negara melalui QRIS cross border.
Kepala BI Sumbar Mohamad Abdul Majid Ikram menyebutkan, QRIS cross border memberi kemudahan bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia, termasuk ke Sumatera Barat, karena tidak perlu lagi membawa uang tunai.
“Wisatawan cukup menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asalnya. Ini memudahkan transaksi dan mendukung sektor pariwisata,” katanya.
Ditambahkan Deputi Kepala Bank Indonesia Sumatera Barat Dandy Indarto Seno, hingga November 2025 capaian QRIS di Sumatera Barat telah melampaui target yang ditetapkan oleh Bank Indonesia pusat, bahkan lebih dari 100 persen.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan jumlah merchant dan pengguna QRIS, seiring meluasnya adopsi pembayaran non-tunai di pasar tradisional, UMKM, layanan publik, dan sektor pariwisata.
Selain itu, penggunaan QRIS cross border juga meningkat signifikan, dengan lonjakan volume transaksi dari wisatawan asal Malaysia, Singapura, dan Thailand, sejalan dengan meningkatnya mobilitas wisata.
Di sisi lain, BI Sumbar mencatat bahwa preferensi masyarakat terhadap uang tunai masih cukup kuat dalam kondisi tertentu, terutama saat terjadi bencana dan menjelang Lebaran.
“Saat bencana dan mendekati Lebaran, masyarakat cenderung memegang uang tunai untuk berjaga-jaga. Ini memengaruhi dinamika inflow dan outflow,” ujar Dandy.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






