Data BI menunjukkan, sepanjang 2025 Sumatera Barat masih berada dalam kondisi inflow, meski dibandingkan tahun sebelumnya terjadi penurunan baik pada inflow maupun outflow akibat perputaran uang yang lebih lambat.
Penurunan tersebut juga mencerminkan pergeseran preferensi masyarakat ke transaksi digital, seiring menurunnya penggunaan kartu ATM/debit dan SKNBI, sementara QRIS dan BI-FAST terus tumbuh.
BI-FAST tetap mencatat pertumbuhan positif meski mengalami moderasi, menunjukkan sistem pembayaran digital semakin menjadi pilihan utama masyarakat.
Sementara itu, dari sisi stabilitas sistem keuangan, BI Sumbar memastikan kondisi perbankan daerah tetap terjaga meskipun terjadi perlambatan kredit, dengan rasio kredit bermasalah masih di bawah ambang batas aman.
Bank Indonesia menegaskan akan terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran sekaligus menjaga kelancaran peredaran uang tunai agar sistem keuangan daerah tetap stabil dan mampu menopang aktivitas ekonomi masyarakat. (003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






