“BWS V menyarankan membuat bronjong agar air bisa masuk, karena pompa besar akan memakan biaya operasional yang sangat tinggi,” kata Yoice.
Ia menjelaskan, perbaikan permanen Bendungan Koto Tuo dan Gunung Nago merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Sumbar. Dinas PUPR Kota Padang akan berkoordinasi langsung untuk mempercepat perbaikan.
Selain ancaman kekeringan, banjir bandang juga menyebabkan sekitar 357 hektare sawah mengalami puso, terutama di wilayah Kuranji yang terendam lumpur tebal. Luas puso diperkirakan terus bertambah jika pasokan air belum bisa dipulihkan.
Di sisi lain, beberapa wilayah pertanian tercatat aman, seperti 650 hektare sawah di Kecamatan Bungus Teluk Kabung dan sebagian sawah di Kecamatan Lubuk Begalung yang sumber airnya tidak terdampak banjir. (000/003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





