PADANG PARIAMAN (SumbarFokus)
Sekitar 2.000 kepala keluarga di Korong Salisikan Nagari Sungai Buluh Timur Kecamatan Batang Anai terisolasi setelah jembatan rajang roboh diterjang banjir bandang Sungai Batang Anai pada Jumat (28/11/2025).
Kondisi tersebut terungkap saat Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Endarmy melaksanakan reses perorangan sekaligus meninjau langsung lokasi jembatan yang putus total, Rabu (4/2/2026).
Sejak jembatan ambruk, akses utama antarpermukiman terputus. Jembatan itu sebelumnya menjadi jalur vital warga, termasuk akses pelajar menuju sekolah dan jalur distribusi hasil pertanian serta perkebunan.
Endarmy mengatakan, keberadaan jembatan rajang sangat penting bagi mobilitas masyarakat.
āJembatan ini sangat vital. Tanpa akses tersebut, anak-anak sekolah harus memutar jauh dan mengeluarkan biaya besar setiap hari,ā ujarnya.
Dia mengatakan, pelajar kini harus menggunakan jalur alternatif dengan jarak lebih jauh serta menumpang ojek dengan biaya sekitar Rp30 ribu per perjalanan.
Selain akses pendidikan, perekonomian warga juga terdampak. Mayoritas masyarakat menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian sawah dan kebun, namun sebagian lahan rusak dan hanyut akibat banjir bandang.
Menurutnya, kebutuhan pembangunan kembali jembatan menjadi aspirasi utama yang disampaikan warga saat reses.
Dia menambahkan, pihaknya akan membawa aspirasi tersebut untuk dibahas sesuai kewenangan di tingkat provinsi.
Sementara itu, perwakilan Lembaga Aksi Solidaritas Piaman Laweh (ASPILA) Azwar Anas mengatakan masyarakat berharap ada langkah cepat dari pemerintah.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





