BOGOR (SumbarFokus)
Pemerintah pusat menjadikan program Sekolah Rakyat (SR) sebagai salah satu strategi utama memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Program sekolah berasrama tersebut dioperasikan Kementerian Sosial sebagai mandat langsung dari Presiden.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyampaikan hal itu saat menjadi pemateri dalam Retret PWI di Pusat Kompetensi Bela Negara, Jumat (30/1/2026).
“PWI harus ikut membersamai demi target kemiskinan ekstrem Indonesia nol persen, saat ini 2,8 persen,” ujar Agus Jabo.
Dia mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program prioritas Presiden untuk menekan angka kemiskinan nasional.
“Entaskan kemiskinan, Pak Prabowo menyusun program prioritas, satu , dari solusi putus kemiskinan sekolah rakyat, Kemensos dimandatkan Pak Presiden bangun sekolah rakyat,” ujarnya.
Menurut dia, penanganan kemiskinan membutuhkan intervensi pemerintah yang terarah dan berbasis data. Pemerintah kini menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan sasaran program lebih tepat.
“Data terfragmentasi dan itu berada di lembaga kementerian dan kepala daerah, akhirnya Presiden terbitkan DTSEN dan ini pertama, itu terjadi baru di masa Presiden Prabowo,” ujarnya.
Sekolah Rakyat, kata dia, mengusung konsep boarding school seperti Taruna Nusantara dan dikhususkan bagi anak dari keluarga miskin.
“Kemensos diberi amanah konsep baording, unggulan seperti Taruna Nusantara, siswanya khsusus bagi orang miskin, yang kaya tidak boleh,” ujarnya.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






