Sekolah Rakyat Jadi Strategi Putus Kemiskinan, Wamensos Targetkan 200 Titik Baru

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyampaikan hal itu saat menjadi pemateri dalam Retret PWI di Pusat Kompetensi Bela Negara, Jumat (30/1/2026). (Foto: Ist./SumbarFokus.com)

Pembiayaan pendidikan sepenuhnya ditanggung negara melalui APBN.

“Indeks anak di SR Rp 4 juta pertahun Rp 48 juta,” katanya.

Dia menambahkan, hingga Maret 2025 program tersebut telah berjalan di ratusan lokasi.

“SR ini bukti nyata komitmen Presiden memuliakan saudara sebangsa dan setanah air yang miskin, ada 4 juta anak putus sekolah dan tidak sekolah. Itu data BPS ya, Allhamdulillah, sejak Maret 2025 sudah 166 titik SR, siswa 16 ribu guru 1500 tenaga pendidikan 8400,” ujarnya.

Bacaan Lainnya
ADVERTISEMENT Iklan Bank Indonesia SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah juga menggandeng TNI dan Polri untuk penguatan karakter kebangsaan siswa.

“Untuk karakter Kemensos kerjasama TNI/Polri. Indikator SR bagaimana lulusan sekolah itu,” ujarnya.

Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan penambahan ratusan titik baru Sekolah Rakyat.

“Pada paparan di Retret 2026 harus berdiri 200 titik. PWI harus berperan, kabarkan ke seluruh masyarakat. SR kata Agus Jabo Progul mulia dari presiden,” ujarnya. (000/003)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait