Dia juga membandingkan kondisi ekonomi Sumatera Barat saat ini dengan masa lalu ketika daerah tersebut menjadi rujukan pendidikan dan ekonomi di Sumatera, sementara saat ini sejumlah provinsi lain justru mencatat capaian ekonomi lebih tinggi.
Tidak hanya ekonomi, Dony turut menyoroti berbagai persoalan sosial seperti penyalahgunaan narkoba dan menurunnya kualitas lingkungan serta peradaban sosial yang dinilai perlu menjadi perhatian bersama.
Dia menyampaikan, kritik tersebut merupakan bentuk refleksi sekaligus dorongan agar nilai-nilai filosofis Minangkabau kembali diperkuat dalam kehidupan masyarakat.
Dalam arahannya, Dony juga menyoroti kondisi fasilitas perusahaan yang menurut dia perlu segera dibenahi agar Semen Padang kembali menjadi kebanggaan karyawan dan masyarakat.
Dia menegaskan, perusahaan tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga pada warisan nilai, kebanggaan, serta profesionalisme dalam pengelolaan perusahaan.
Menurut dia, manajemen dan karyawan harus bekerja dengan hati serta memastikan perusahaan dapat diwariskan dalam kondisi yang lebih baik kepada generasi berikutnya.
Dony menambahkan, sejak lama Semen Padang memiliki posisi strategis dalam berbagai aktivitas pembangunan di Sumatera Barat sehingga kebangkitan perusahaan tersebut juga menjadi bagian dari kebangkitan ekonomi daerah.
Dia berharap Semen Padang dapat kembali tampil sebagai perusahaan yang kuat, profesional, dan menjadi simbol kebanggaan Ranah Minang. (000/003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






