“Sejarah pabrik semen di Indarung ini menjadi pembuka bagi perkembangan teknologi konstruksi. Dari yang sebelumnya mungkin lebih banyak menggunakan kayu, kemudian berkembang ke penggunaan beton hingga seperti yang kita kenal sekarang,” katanya.
Selain menjadi tonggak perkembangan industri semen nasional, kawasan Indarung I juga menyimpan berbagai peninggalan teknologi lama, termasuk mesin produksi dan kiln yang digunakan dalam proses pembakaran bahan baku semen.
Dia menilai peninggalan tersebut memiliki nilai edukasi yang tinggi dan dapat menjadi sarana pembelajaran sejarah industri bagi generasi muda.
Menurut dia, jika revitalisasi dilakukan dengan konsep yang tepat, kawasan Indarung I dapat berkembang menjadi pusat edukasi sejarah industri sekaligus ruang aktivitas seni dan budaya.
Lebih dari satu abad berdiri, PT Semen Padang masih bertahan dan terus berkontribusi bagi pembangunan nasional.
“Harapan kami, dengan adanya program ini, kita tetap dapat mempertahankan keaslian sejarah Semen Padang sekaligus sejarah industri semen di Indonesia bahkan di Asia Tenggara,” ujarnya.
Dia berharap kawasan bersejarah tersebut dapat terus dijaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari perjalanan panjang industri nasional. (000/sp)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






