Di tengah era digital, dia mendorong para siswa memanfaatkan media sosial sebagai sarana publikasi kegiatan silek tradisional.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar Habibul Fuadi menjelaskan pelaksanaan ekstrakurikuler wajib silek tradisi telah dimulai sejak Juli 2025 dan kini didukung modul pembelajaran terstandar.
“Dengan terbitnya modul ekstrakurikuler silek tradisi, pelaksanaannya sudah bisa berjalan seragam dan terstruktur di seluruh SMA, SMK, dan SLB se-Sumatera Barat,” jelas Habibul. (003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





