Selain empat bahan utama tersebut, semen juga memerlukan material tambahan yang menentukan karakter akhir produk.
Gypsum ditambahkan untuk mengatur waktu pengerasan. Tanpa gypsum, semen akan mengeras terlalu cepat sehingga menyulitkan proses pengecoran di lapangan. Dengan komposisi yang tepat, pekerja konstruksi memiliki waktu cukup untuk membentuk struktur bangunan sebelum semen mengeras sempurna.
Pozzolan menjadi salah satu bahan yang semakin penting dalam industri semen modern. Material ini berfungsi sebagai sumber silika reaktif sekaligus substitusi klinker. Selain meningkatkan daya tahan semen, pozzolan juga berperan dalam mengurangi emisi karbon, karena sebagian klinker dapat digantikan oleh material ini. Dengan demikian, kekuatan bangunan dapat dicapai bersamaan dengan upaya menjaga lingkungan.
Material terakhir adalah batu kapur berkualitas tinggi atau high grade limestone. Fungsinya sebagai filler sekaligus penjaga konsistensi mutu produk. Kehadirannya memastikan setiap sak semen memiliki karakter yang seragam sesuai standar yang ditetapkan.
Tujuh bahan ini menunjukkan bahwa semen lahir dari alam, namun dibentuk melalui ilmu pengetahuan. Dari batu kapur, silika, clay, pasir besi, gypsum, pozzolan, hingga limestone berkualitas tinggi, semuanya dirancang untuk saling melengkapi.
Satu sak semen, dengan demikian, bukan sekadar hasil pabrik. Ia adalah rangkuman dari perjalanan panjang sumber daya alam yang dipilih, diolah, dan disatukan untuk menopang kehidupan manusia modern—dari rumah sederhana hingga jembatan raksasa yang menghubungkan kota ke kota. (000/003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





