Uang Harus Berputar di Daerah: Lima Prioritas Pemulihan Bencana Sumatera Barat

Nanda Satria. (Foto: Ist./SumbarFokus.com)

Oleh: NANDA SATRIA*

Banjir bandang tidak hanya peristiwa berakibat kerusakan fisik, tapi ada yang lebih berdampak yaitu perputaran roda ekonomi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Sumber ekonomi yang selama ini menjadi sumber penghidupan berhenti bergerak, bahkan ada yang lenyap seketika, dan sebagian lain bergerak, tapi tidak sekencang biasa.

Bencana tidak hanya bicara dampak hari ini, tapi lebih jauh, kita bicara tentang keberlanjutan ekonomi yang jika tidak dimitigasi akan berdampak lebih buruk bagi Sumatera Barat.

Pasca bencana, pekerjaan berat selanjutnya adalah pemulihan kehidupan masyarakat. Pemulihan ini tentu butuh strategi matang, orientasinya bukan keinginan dari pemerintah pusat melainkan kebutuhan daerah, karena itu partisipasi masyarakat adalah kata kunci dalam proses recovery ke depan.

Kerangka partisipasi dalam recovery ini mesti dilakukan dalam bentuk praktis, bukan hanya sekedar teori saja. Maka pemerintah dan masyarakat harus berkolaborasi memercepat penanganan bencana.

Lalu apa yang harus dilakukan? Pertama penanganan hunian bagi korban banjir. Pemerintah tidak boleh memaksakan relokasi yang pada akhirnya mencabut masyarakat dari akar budaya dan pola hidupnya.

Dengan kata lain, Pemerintah harus fleksibel dan memberikan kesempatan untuk program relokasi mandiri. Jangan buru buru dengan Relokasi ke Kawasan baru yang luas, apalagi letak Kawasan tersebut jauh dari tempat tinggal sebelumnya.

Kedua, pemulihan kondisi ekonomi bagi pengusaha kecil dan UMKM. Belajar dari banyak pengalaman penanganan bencana, dampak pasca terjadinya bencana adalah meningkatnya angka kemiskinan karena UMKM tidak lagi berjalan. Kaarena itu harus ada bantuan modal usaha dan Relaksasi Kredit bagi Korban Terdampak.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait