PADANG (SumbarFokus)
Universitas Negeri Padang menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama anggota Dewan Eksekutif BAN-PT Johni Najwan di Ruang Sidang Senat Rektorat UNP, Kamis (4/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis UNP dalam mempersiapkan diri menghadapi perubahan instrumen akreditasi perguruan tinggi.
Dalam arahannya, Rektor UNP Krismadinata menekankan pentingnya kesiapan seluruh unit kerja dalam menyesuaikan diri dengan Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 4.1 yang membawa tuntutan baru terkait kelengkapan data, penataan dokumentasi, serta penguatan mutu tridarma.
“Persiapan akreditasi harus dilakukan jauh sebelum masa visitasi tiba. Instrumen baru menuntut konsistensi data dan tata kelola mutu yang terintegrasi. Seluruh unit harus mengambil langkah strategis sejak sekarang,” ujar Krismadinata.
Ia menegaskan bahwa akreditasi tidak dapat lagi dikerjakan secara parsial, tetapi harus menjadi kerja kolektif dan terkoordinasi dari fakultas, sekolah, hingga unit penunjang. Penguatan kapasitas SDM dan keselarasan data akademik disebut sebagai langkah penting menuju standar perguruan tinggi berdaya saing.
Pada sesi inti, Johni Najwan memaparkan dinamika transformasi akreditasi nasional serta implikasi Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 terhadap tata kelola mutu perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa akreditasi bukan lagi agenda lima tahunan.
“Mutu bukan agenda menjelang visitasi, tetapi harus hidup di setiap proses akademik,” ujarnya.
FGD berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari pimpinan fakultas dan unit penjaminan mutu terkait penerapan regulasi baru dan strategi percepatan peningkatan mutu.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





