Program ini menjadi bagian dari UNP Peduli Bencana yang sejak awal Desember bergerak cepat merespons banjir bandang di Agam. Setelah tahap bantuan logistik dan pembersihan material selesai dilakukan relawan, kampus kini memusatkan perhatian pada pemulihan psikologis sebagai kebutuhan mendesak warga.
UNP memastikan pendampingan tidak berhenti pada gelombang pertama. Tim konseling berikutnya direncanakan diberangkatkan setelah evaluasi kebutuhan lapangan. Kampus menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendukung penyintas, baik melalui bantuan fisik maupun pemulihan kesehatan mental sebagai bagian integral dari upaya bangkitnya masyarakat pascabencana. (000/003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






