SOLOK (SumbarFokus)
Wakil Bupati Solok Candra mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan digital bermodus phishing yang marak beredar di tengah situasi bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Solok dan sejumlah wilayah Sumatra Barat.
Sejak banjir dan longsor terjadi pada akhir November, berbagai tautan palsu yang mengatasnamakan bantuan paket data gratis, token listrik, hingga santunan bencana mulai beredar di tengah masyarakat. Pemerintah menyatakan tautan tersebut bukan bagian dari bantuan resmi dan berpotensi mencuri data pribadi maupun menguras saldo dompet digital.
“Mohon hati-hati, jangan asal klik tautan apa pun yang tidak jelas sumbernya. Satu klik saja bisa menyebabkan data pribadi dicuri atau saldo dompet digital hilang,” ujar Candra.
Ia menegaskan bahwa kewaspadaan digital sangat dibutuhkan saat pemerintah dan berbagai unsur tengah fokus pada penanganan darurat di lapangan.
Bantuan resmi dari operator telekomunikasi, seperti paket data darurat Telkomsel 3 GB, 300 SMS, dan 1.000 menit telepon, hanya dapat diakses melalui kode 88820#, bukan melalui tautan yang beredar di pesan pribadi maupun media sosial. Operator lain juga menggunakan kanal resmi, seperti *123# atau *838#.
Pemerintah Kabupaten Solok meminta masyarakat selalu memeriksa informasi melalui kanal resmi pemerintah dan operator, serta segera melapor jika menemukan tautan mencurigakan.
Kewaspadaan digital dinilai menjadi bagian penting dari upaya perlindungan masyarakat di tengah bencana, selain penanganan lapangan yang terus dilakukan oleh pemda, relawan, TNI-Polri, dan BPBD.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






