“Di Padang, banyak warga yang bergantung pada sumur. Sekarang sumurnya kering dan mereka tidak punya suplai air sama sekali. Karena bukan pelanggan PDAM, mereka kesulitan. Saya minta Direktorat Jenderal Cipta Karya turun tangan dan memasukkan warga terdampak ke sambungan PDAM secara gratis melalui pendanaan Cipta Karya. Ini murni urusan kemanusiaan, apalagi mata pencaharian mereka sudah hilang akibat bencana,” kata Zigo.
Dia juga mengingatkan BUMN pelaksana pemulihan agar bekerja profesional dan transparan serta tidak mengklaim pekerjaan pihak lain.
“Jangan sampai terjadi tumpang tindih anggaran. Data lapangan harus jujur. Jika sungai sudah dibersihkan oleh relawan atau pihak swasta dengan alat berat mandiri, jangan kemudian diklaim BUMN sebagai pekerjaannya dalam laporan resmi. Kejujuran data adalah kunci agar anggaran pemulihan benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Berdasarkan data teknis yang diterima Komisi V DPR RI, bencana menyebabkan kerusakan pada 31 ruas jalan nasional, 41 sungai kategori rusak berat, serta 38.670 unit rumah warga terdampak.
Zigo memastikan Komisi V DPR RI akan terus mengawal proses pemulihan agar berjalan konkret dan manfaatnya dirasakan langsung masyarakat. (000/003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





