Belajar dari Sumatera: Selamatkan Rakyat, Pasang Alat Peringatan Dini di Hulu-hulu Sungai

Khairul Jasmi. (Foto: Ist./SumbarFokus.com)

Ke depan, mungkin tak semua masalah akan terurai, karena memang bak serabut. Hidup mesti berjalan terus, seperti jarum jam yang berputar. Lalu, Padang- Medan – Banda Aceh akan terus terhubung oleh bus-bus malam. Sepanjang jalan rumah makan buka terus. Warga satu kota dan lainnya akan saling kunjungi.
Lalu ujung sejarah kontemporer bangsa ini, meliuk bagai selendang penari. Dari Sabang Sampai Merauke, ikatan geografis kita, yang sudah jadi lagu itu, salah satu tiangnya adalah Sumatera. Kita memang satu bangsa satu nusa. Satu tanah air. (*Penulis adalah wartawan senior)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.

Bacaan Lainnya



Pos terkait