SAWAHLUNTO (SumbarFokus)
Program jaminan sosial ketenagakerjaan di Kota Sawahlunto terus diperluas. Hingga Desember 2025, tercatat sebanyak 19.483 pekerja telah menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan atau setara dengan cakupan 61,45 persen dari total angkatan kerja sebanyak 31.706 orang.
Artinya, masih terdapat sekitar 12.223 pekerja yang belum terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan dan menjadi target perluasan kepesertaan ke depan.
Di sektor perusahaan, tercatat terdapat 1.755 badan usaha di Kota Sawahlunto. Namun hingga saat ini baru 494 perusahaan yang telah terdaftar dan melindungi sebanyak 6.141 pekerja atau sekitar 28,14 persen dari total potensi pekerja di sektor tersebut.
Sementara itu, perlindungan bagi aparatur pemerintahan daerah telah mencapai cakupan penuh. Sebanyak 501 tenaga honorer pemerintah daerah, 489 perangkat desa, serta 140 anggota Badan Permusyawaratan Desa telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Perlindungan bagi pekerja sektor informal juga terus diperluas melalui berbagai skema pembiayaan. Hingga saat ini sebanyak 5.764 pekerja rentan seperti petani, pengemudi ojek, tokoh adat, tenaga keagamaan, serta pekerja desa dan kelurahan telah mendapatkan perlindungan melalui dukungan APBD, Baznas, serta berbagai sumber pembiayaan lainnya.
Dukungan dunia usaha juga turut memperkuat perlindungan pekerja melalui program tanggung jawab sosial perusahaan. Beberapa perusahaan yang berpartisipasi antara lain Allied Indo Coal Jaya, Dasrat Sarana Arang Sejati, Bara Mitra Kencana, dan Tahiti Coal dengan total 1.062 pekerja terlindungi melalui program tersebut.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






