PADANG PARIAMAN (SumbarFokus)
Sebagai upaya menangani permasalahaan banjir yang kerap terjadi di beberapa titik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Padang Pariaman dan Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang, telah melakukan normalisasi darurat di 12 sungai besar yang terdampak.
Salah satu titik prioritas penanganan berada di Kecamatan Ulakan Tapakis, khususnya di aliran Sungai Batang Ulakan yang kerap meluap dan merendam permukiman warga.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Padang Pariaman El Abdes Marsyam menjelaskan, wilayah Padang Pariaman dilalui oleh 12 sungai besar dan hampir seluruhnya mengalami peningkatan debit air akibat hujan deras yang berkepanjangan.
βTiga sungai dengan dampak terparah yakni Sungai Batang Anai, Sungai Batang Ulakan, dan Batang Naras. Kami telah melakukan normalisasi darurat berupa pengerukan sedimen, pengalihan arus, serta pelurusan aliran di titik-titik kritis untuk mempercepat surutnya air,β ujarnya saat diwawancarai pada Rabu (4/3/2026).
Khusus di Sungai Batang Ulakan, pemerintah bersama BWS memasang geobag sebagai struktur darurat untuk menahan tanah dan mengendalikan erosi. Langkah ini dinilai efektif dalam kondisi tanggap darurat, terutama di kawasan muara yang selama ini menjadi titik rawan luapan.
Meski penanganan darurat telah dilakukan, pemerintah daerah menegaskan bahwa solusi permanen tetap menjadi prioritas utama. Sebelumnya, kebutuhan anggaran untuk penanganan komprehensif diperkirakan mencapai Rp70 miliar dan kini tengah dihitung ulang sesuai kondisi terkini di lapangan.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






