Dosen Sendratasik FBS UNP Dosen Tamu di Universiti Malaya

Dosen Sendratasik FBS UNP Dosen Tamu di Universiti Malaya. (Foto: UNP/SumbarFokus.com)

“Persoalan yang mendasar salah satunya adalah tidak terbangunnya ekosistem budaya yang baik, yang menopang pewarisan dan pemanfaatan dari seni pertunjukan dimaksud. Kesenian MakYong yang dulunya merupakan ikon budaya tradisional Masyarakat Melayu Nusantara salah satu basisnya adalah di Malaysia atau Negara Bagian Kelantan. Selain itu juga di Kepulauan Riau tepatnya di Tanjung Pinang, dewasa ini dapat dianggap pertumbuhannya belum didukung oleh lingkungannya,” tambah Prof. Indrayuda,

Lebih lanjut Prof. Indrayuda, menyampaikan hal yang sama juga kesenian Randai di Sumatera Barat, isu ini menjadi topik utama yang disampaikan dengan pendekatan teori Ekologi Budaya, dan Antropologi Budaya, serta Seni Pertunjukan dan Manajemen Seni Pertunjukan.

Pihak Universiti Malaya, yakni pengetua Kolej dan Dekan Akademi Pengajian Melayu, memandang pentingnya memberikan wawasan nusantara bagi Mahasiswa dan mahasiswi di Kolej Tun Ahmad Zaidi, sebagai pengayaan bahwa Indonesia dan Malaysia adalah satu dalam peradaban dunia Melayu Nusantara. (000/unp)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.

Bacaan Lainnya



Pos terkait