Dalam pelaksanaan GPM, masyarakat yang membeli beras memperoleh minyak goreng gratis satu liter yang didukung Bank Indonesia. Transaksi non-tunai menggunakan QRIS juga diberikan insentif tambahan berupa cabai atau bawang merah.
Majid Ikram menambahkan, Bank Indonesia turut mendorong penggunaan transaksi digital melalui QRIS dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari edukasi keuangan sekaligus upaya mengurangi risiko peredaran uang palsu.
Dia menjelaskan, hasil temuan Bank Indonesia menunjukkan masih adanya peredaran uang palsu di masyarakat sehingga penggunaan QRIS menjadi salah satu langkah mitigasi sekaligus meningkatkan keamanan transaksi.
Selain itu, BI Sumbar juga memberikan tantangan kepada perangkat kelurahan, di mana kelurahan dengan volume penjualan beras dan minyak goreng terbanyak akan memperoleh apresiasi sebagai bentuk motivasi pelayanan kepada masyarakat.
Di sisi lain, BI Sumbar berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menjaga tarif angkutan agar tidak mengalami kenaikan selama Ramadan dan Idulfitri guna menekan biaya distribusi serta menjaga daya beli masyarakat.
Kepala Divisi Regional Bulog Sumatera Barat Dharma Wijaya menyatakan Bulog siap mendukung stabilisasi pangan dengan memastikan ketersediaan beras dan minyak goreng tanpa pembatasan kuota selama kebutuhan masyarakat masih ada.
Dia menyebut, komoditas utama yang disiapkan Bulog adalah beras dan minyak goreng, sementara gula dan komoditas lain disesuaikan dengan permintaan pemerintah daerah.
Menurut dia, program serupa juga akan diperluas ke sejumlah daerah lain di Sumatera Barat yang menjadi sampel penghitungan Indeks Harga Konsumen, seperti Dharmasraya, Pasaman Barat, dan Bukittinggi.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






