“Dengan demikian, manfaat pajak tidak hanya dirasakan dalam bentuk pembangunan fisik, tetapi juga dapat mendukung aktivitas masyarakat dan dunia usaha,” katanya.
Untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat, dia menilai kemudahan pelayanan juga perlu terus diperkuat. Pelayanan yang semakin dekat dan mudah diakses akan membantu masyarakat memenuhi kewajibannya.
“Semakin dekat dan mudah pelayanan, tentu akan semakin membantu masyarakat dalam memenuhi kewajibannya,” katanya.
Selain pelayanan, Muhidi mendorong edukasi perpajakan dilakukan melalui berbagai saluran yang dekat dengan masyarakat. Media sosial, video pendek, radio, komunitas otomotif, kegiatan masyarakat, hingga kolaborasi dengan generasi muda dinilai dapat menjadi sarana penyampaian informasi perpajakan.
“Media sosial, video pendek, radio, komunitas otomotif, kegiatan masyarakat hingga kolaborasi dengan generasi muda dapat menjadi sarana untuk menyampaikan informasi mengenai pajak dengan cara yang lebih menarik,” ujarnya.
Dia juga menekankan pentingnya data yang akurat dalam mendukung pelayanan dan edukasi perpajakan. Dengan data yang baik, informasi maupun pelayanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
“Dengan data yang akurat, pelayanan maupun edukasi dapat diberikan secara lebih tepat sesuai kebutuhan masyarakat,” sebutnya.
Muhidi mengatakan, pajak yang dibayarkan masyarakat merupakan salah satu sumber pembiayaan pembangunan daerah. Karena itu, manfaat penerimaan pajak diharapkan kembali kepada masyarakat melalui pembangunan dan pelayanan yang semakin baik.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





