PADANG (SumbarFokus)
Bank Indonesia menilai perekonomian Sumatera Barat tetap memiliki peluang tumbuh di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah. Berbagai perkembangan ekonomi dunia, termasuk kebijakan Amerika Serikat dan situasi geopolitik internasional, memang menjadi perhatian bagi para pengambil kebijakan ekonomi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat M Abdul Majid Ikram mengatakan, kondisi ekonomi Amerika Serikat selalu menjadi salah satu faktor yang diperhatikan oleh banyak negara, termasuk Indonesia.
Menurut dia, apa yang terjadi di Amerika tidak hanya memengaruhi ekonomi negara tersebut, tetapi juga dapat berdampak pada berbagai negara lain karena besarnya peran Amerika dalam perekonomian global.
“Amerika selalu menjadi perhatian para birokrat Indonesia yang membidangi ekonomi karena mau tidak mau apa yang terjadi di Amerika sangat memengaruhi landscape global, baik ekonomi, sosial, politik maupun keamanan,” kata Abdul Majid, di sela kegiatan Diseminasi Upaya Pengendalian Harga dan Digitalisasi Pembayaran dalam Mendukung Stabilitas Ekonomi selama Ramadan 1447 H, Rabu (11/3/2026).
Dia menjelaskan, kebijakan ekonomi yang diambil Amerika juga dapat memengaruhi negara lain dalam menentukan langkah dan kebijakan ekonominya.
Salah satu contoh adalah kebijakan proteksi perdagangan yang diperkuat oleh Amerika melalui penerapan tarif impor terhadap berbagai produk dari negara lain.
“Kebijakan tarif tersebut tentu memengaruhi harga barang yang akan masuk ke Amerika. Produk dari berbagai negara, termasuk Indonesia, menjadi menghadapi tantangan yang lebih besar untuk bersaing,” katanya.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






