MUSI BANYUASIN (SumbarFokus)
Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mengimbau masyarakat lebih bijak menerima dan menyebarkan informasi di media sosial guna mencegah maraknya peredaran berita bohong atau hoaks.
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Musi Banyuasin Daud Amri mengatakan perkembangan teknologi membuat arus penyebaran informasi berlangsung sangat cepat melalui berbagai platform seperti Facebook, WhatsApp, dan Instagram.
Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga membuka peluang beredarnya informasi yang belum tentu benar atau belum terverifikasi.
โDi era digital saat ini masyarakat harus semakin cermat. Jangan langsung mempercayai ataupun membagikan informasi yang sumbernya tidak jelas dan belum dapat dipastikan kebenarannya,โ kata Daud, Jumat (13/3/2026).
Dia mengingatkan masyarakat agar membiasakan melakukan cek dan ricek terhadap setiap informasi yang diterima serta memastikan informasi tersebut berasal dari sumber resmi atau media yang kredibel.
Menurut dia, literasi digital menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi menyesatkan yang dapat menimbulkan keresahan dan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Selain itu, penyebaran hoaks juga berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
โKarena itu, sebelum membagikan informasi, pastikan terlebih dahulu kebenarannya. Jangan sampai kita ikut menyebarkan informasi yang justru menimbulkan kegaduhan di masyarakat,โ ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin juga mengajak masyarakat menjaga ruang digital tetap sehat dengan melaporkan informasi yang diduga hoaks kepada pihak berwenang agar dapat segera ditindaklanjuti.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






