BATAM (SumbarFokus)
Pemerintah Kota Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam memperkuat koordinasi untuk menangani 167 titik banjir yang tersebar di wilayah Kota Batam.
Koordinasi dilakukan melalui Rapat Koordinasi Antisipasi dan Pengendalian Banjir Kota Batam yang dipimpin Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam Amsakar Achmad di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (1/10/2026).
Rapat tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Batam ex-officio Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, perwakilan BP Batam, serta camat dan lurah se-Kota Batam.
Amsakar mengatakan, penanganan banjir merupakan salah satu dari 15 program prioritas pemerintahannya bersama Wakil Wali Kota Batam. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara terukur, berkelanjutan, dan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
“Cerita soal banjir ini menjadi bagian dari program prioritas kami. Kami sengaja mengumpulkan rekan-rekan teknis untuk memperbincangkan empat hal kunci: identifikasi titik prioritas, pemetaan kondisi yang ada, sinkronisasi pembagian tugas antara Pemko dan BP Batam, serta langkah konkret tindak lanjutnya. Yang paling penting dari pertemuan hari ini adalah rencana aksi dan tindak lanjut nyata di lapangan,” tegas Amsakar.
Dalam rapat tersebut tercatat 167 titik banjir yang masuk dalam peta penanganan. Sebanyak 33 titik menjadi tanggung jawab BP Batam, sedangkan titik lainnya ditangani Pemerintah Kota Batam.
Amsakar meminta camat dan lurah terus memperbarui pemetaan kondisi banjir di wilayah masing-masing secara akurat. Data tersebut selanjutnya disampaikan kepada dinas teknis sebagai dasar penyusunan perencanaan dan penganggaran.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





