PARIAMAN (SumbarFokus)
Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi dan tsunami. Hal ini disampaikan Wali Kota Pariaman Yota Balad, saat penutupan gladi simulasi gempa bumi dan tsunami di Lapangan Parkir Josal Football Academy, Desa Cubadak Air Utara, Rabu (30/9/2026).
Yota mengatakan, simulasi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sarana melatih masyarakat agar memahami langkah penyelamatan dan jalur evakuasi ketika bencana terjadi.
βGladi simulasi ini adalah kunci keselamatan kita. Melalui latihan ini, kita bisa mengasah naluri, melatih refleks, dan memahami jalur evakuasi secara tepat,β ujarnya.
Dia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan BNPB dalam meningkatkan kesiapsiagaan daerah terhadap bencana.
Sekretaris Utama BNPB Rustian menegaskan, hasil simulasi perlu ditindaklanjuti melalui perencanaan pembangunan dan penganggaran daerah. Menurutnya, kesiapsiagaan harus menjadi bagian dari kebijakan, bukan hanya kegiatan sesaat.
Sementara, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengingatkan pentingnya evaluasi dan koordinasi lintas sektor agar penanggulangan bencana berjalan efektif. Dia berharap kesiapsiagaan dapat menjadi budaya di tengah masyarakat sehingga keselamatan warga menjadi prioritas bersama. (028)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





