Pengertian dan Ciri-Ciri Kalimat Pasif

pengertian kalimat pasif dan ciri-cirinya
Ilustrasi (Foto: Ist.)

Ciri-Ciri Kalimat Pasif

Dalam bahasa Indonesia, ada beberapa ciri yang bisa digunakan untuk mengenali kalimat pasif. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

  1. Kalimat pasif menggunakan verb auxiliar “dipakai” atau “di” sebelum verb bentuk kedua

Misalnya: “Pesanan saya diproses oleh kasir.” (Kalimat pasif) “Kasir mengeluarkan pesanan saya.” (Kalimat aktif)

  1. Subjek kalimat pasif adalah objek dari aksi yang dilakukan

Misalnya: “Pesanan saya diproses oleh kasir.” (Subjeknya adalah “pesanan saya”)

Bacaan Lainnya
ADVERTISEMENT Iklan Bank Indonesia SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
  1. Objek kalimat aktif menjadi subjek dalam kalimat pasif

Misalnya: “Pesanan saya diproses oleh kasir.” (Objeknya adalah “kasir”)

  1. Kalimat pasif tidak menunjukkan pelakunya

Misalnya: “Pesanan saya diproses.” (Tidak ditunjukkan siapa yang memproses pesanan tersebut)

  1. Verb dalam kalimat pasif selalu berupa verb bentuk ke-2 (dilakukan)

Misalnya: “Pesanan saya diproses oleh kasir.” (Verbnya adalah “diproses”)

Ingatlah bahwa kalimat pasif tidak selalu harus mengandung verb auxiliar “dipakai” atau “di” sebelum verb bentuk kedua. Ada beberapa verb yang secara otomatis membentuk kalimat pasif tanpa perlu menggunakan verb auxiliar tersebut, seperti “dipahami”, “diketahui”, “dilaporkan”, dan sebagainya.

Itulah penjelasan mengenai pengertian kalimat pasif dan ciri-cirinya. Semoga bermanfaat! (006/BBS)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait