Bahkan, Presiden sempat mencium seorang anak kecil yang berada di tengah kerumunan warga.
CEO Danantara Rosan Roeslani dalam rapat koordinasi bersama Presiden, para menteri, dan pimpinan BUMN Karya menyampaikan bahwa Danantara telah menyiapkan pembangunan hunian di tiga provinsi, yakni 12.500 unit di Aceh, 2.000 unit di Sumatera Utara, dan 500 unit di Sumatera Barat.
Rosan menjelaskan, hunian tersebut dibangun di atas lahan seluas 13 hektare dan dirancang sebagai hunian sementara maupun hunian tetap. Dana pembangunan berasal dari CSR BUMN dengan nilai mencapai Rp1 triliun.
Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan bahwa jumlah warga terdampak bencana di Aceh mencapai 23.432 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebagian memilih tinggal di hunian sementara, sementara lainnya tinggal bersama keluarga.
Dalam arahannya, Presiden menegaskan pentingnya koordinasi antarinstansi agar penanganan korban berjalan optimal. Presiden juga meminta agar sekolah, rumah sakit, dan fasilitas umum lainnya dapat segera berfungsi kembali.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa pemerintah memberikan dukungan pembiayaan bagi penanganan korban bencana.
Sementara, Direktur Utama InJourney Aviation Services Muchdian Muchlis menyatakan, pihaknya telah mengerahkan tim untuk membersihkan fasilitas umum.
“RSUD Aceh Tamiang sudah dibersihkan dan sudah mulai beroperasi, meski peralatan medis masih terbatas,” ujarnya.
Dia menambahkan, tim Satgas InJourney Aviation Services juga disiagakan untuk membersihkan puskesmas dan masjid.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






