Menurutnya, percepatan pembangunan dilakukan karena kondisi warga yang masih tinggal di tenda darurat membutuhkan penanganan cepat. Hunian sementara menjadi solusi mendesak agar warga dapat hidup lebih layak dan aman.
“Target kami sederhana, masyarakat bisa segera meninggalkan tenda dan menempati hunian yang lebih layak,” ujarnya.
Pembangunan Huntara ini juga merupakan hasil kolaborasi lintas BUMN. Sejumlah perusahaan seperti Himpunan Bank Milik Negara, Pertamina, PLN, dan BUMN Karya lainnya turut terlibat dalam percepatan pembangunan.
Sebanyak 600 unit Huntara ditargetkan rampung di Aceh Tamiang. Dengan dukungan cuaca yang kondusif, pekerjaan diharapkan dapat selesai tepat waktu sehingga warga terdampak banjir bisa segera menempati hunian sementara tersebut.
“Di tengah libur akhir tahun, kami tetap bekerja agar masyarakat segera keluar dari tenda darurat dan dapat kembali menjalani kehidupan dengan layak,” tukas Mardiansyah. (000/003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






