Refleksi satu tahun kepemimpinan Mahyeldi – Vasko menunjukkan bahwa stabilitas kesejahteraan dapat dijaga bahkan dalam situasi tekanan eksternal yang berat. Secara agregat, konfigurasi indikator ini menggambarkan satu pola
yang jelas: fase satu tahun pertama pemerintahan Mahyeldi – Vasko lebih berorientasi pada stabilisasi sosial-ekonomi dan penguatan fondasi struktural dibandingkan akselerasi
pertumbuhan yang agresif.
Dalam perspektif pembangunan daerah, pendekatan ini dapat dikategorikan sebagai strategi konsolidatif. Ketika daerah menghadapi tekanan eksternal dan bencana berulang, menjaga stabilitas sosial, menekan kemiskinan, mengendalikan pengangguran, dan memperbaiki distribusi pendapatan menjadi prioritas yang rasional.
Dengan kata lain, tahun pertama kepemimpinan Mahyeldi – Vasko lebih tepat dikategorikan sebagai fase stabilisasi sosial-ekonomi di tengah krisis, bukan fase ekspansi pertumbuhan. Tantangan ke depan adalah bagaimana fondasi yang telah diperkuat ini menjadi basis untuk fase akselerasi berikutnya. Perlambatan pertumbuhan ekonomi perlu direspons melalui peningkatan investasi, percepatan proyek strategis, hilirisasi sektor unggulan, serta penguatan konektivitas dan daya saing regional.
Krisis Berulang dan Tekanan Fiskal Daerah
Ketahanan sosial yang relatif terjaga tersebut sesungguhnya dibangun di atas struktur fiskal daerah yang sedang mengalami tekanan serius. Bencana tahun 2024 meninggalkan konsekuensi anggaran yang tidak kecil: kerusakan jalan provinsi dan kabupaten/kota, jembatan penghubung antarwilayah, fasilitas pendidikan, sarana kesehatan, jaringan irigasi, serta permukiman masyarakat membutuhkan rehabilitasi segera. Sebagian infrastruktur bahkan memerlukan rekonstruksi total, bukan sekadar perbaikan ringan. Kebutuhan pembiayaan yang besar itu belum sepenuhnya tertangani ketika tahun 2025 kembali menghadirkan bencana dengan intensitas dan cakupan yang lebih luas.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





