Bencana itu seolah tidak membuatnya ragu, tetapi justru mematangkan perannya sebagai pemimpin. Jejaring nasional yang dimilikinya juga tidak berhenti pada simbol. Jaringannya di pemerintah pusat, relawan, dan figur publik nasional berhasil dimobilisasi untuk membantu Sumatera Barat. Bantuan datang lebih cepat, dukungan meluas. Ini adalah bentuk kepemimpinan berbasis jaringan luas.
Bagi sebagian masyarakat, Vasko terlihat seperti Mahyeldi di masa muda; energik, dekat dengan rakyat, dan tidak berjarak dengan situasi lapangan. Sementara Mahyeldi membawa pengalaman dan ketenangan struktural, Vasko membawa energi dan keberanian lapangan. Dua karakter yang mirip saling melengkapi di tengah krisis bencana.
Pelaksanaan Pembangunan Program Strategis
Salah satu agenda strategis dalam satu tahun kepemimpinan ini adalah percepatan pembangunan Flyover Sitinjau Lauik, sebuah simpul konektivitas yang selama ini menjadi titik krusial sekaligus berisiko tinggi bagi mobilitas orang dan barang di Sumatera Barat. Jalur Sitinjau Lauik memiliki peran vital dalam mendukung distribusi logistik dari dan menuju Kota Padang serta wilayah hinterland.
Namun, karakteristik geometrik jalan yang ekstrem menyebabkan tingginya
risiko kecelakaan serta ketidakpastian waktu tempuh. Masuknya proyek flyover dari tahap perencanaan ke tahap pembangunan merupakan langkah strategis untuk mengatasi hambatan struktural tersebut. Pembangunan ini akan meningkatkan keselamatan transportasi, menjamin kepastian waktu distribusi, serta menurunkan biaya logistik.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





