Intervensi tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir, tetapi juga memperkuat produktivitas dan membuka peluang ekonomi berbasis perikanan dan wisata komunitas. Dengan kawasan yang lebih tertata dan layak huni, masyarakat nelayan semakin terintegrasi dalam rantai nilai ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Di sektor pertanian, dukungan terhadap ketahanan pangan diperkuat melalui rehabilitasi irigasi dari Program Inpres Irigasi pada D.I. Bandar Halim, D.I. Ladang Laweh, D.I. Batang Tingkarang, D.I. Talang Kemuning Jaya, D.I. Paneh Gadang, D.I. Batang Tabik, D.I. Bandar Kubu Banda, dan D.I. Bandar Rupik.
Rehabilitasi jaringan irigasi bertujuan meningkatkan keandalan pasokan air, memperbaiki indeks pertanaman, dan mendorong peningkatan produktivitas lahan. Dengan sistem irigasi yang lebih optimal, kepastian musim tanam meningkat dan kesejahteraan petani dapat diperkuat secara berkelanjutan.
Di bidang perumahan, peningkatan kualitas kawasan kumuh dan perbaikan rumah tidak layak huni melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) memberikan dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah. Perbaikan sanitasi, drainase, dan akses air minum berkontribusi pada peningkatan kesehatan lingkungan serta stabilitas sosial keluarga.
Pada sektor energi, lanjutan pembangunan PLTMH Patamuan di Kabupaten Pasaman memperkuat pemanfaatan energi terbarukan berbasis potensi lokal, sementara Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) memperluas akses listrik bagi rumah tangga yang belum terlayani.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





