Dia menjelaskan, kejadian longsor yang terjadi di Kabupaten Solok diperkirakan berkaitan dengan akumulasi intensitas hujan yang cukup tinggi sejak Senin (21/9/2926) siang hingga sore hari. Dengan kondisi tersebut, kewaspadaan terhadap potensi pergerakan tanah masih perlu ditingkatkan, terlebih kondisi di lokasi kejadian saat ini juga terkendala minimnya penerangan.
āAkumulasi hujan yang cukup tinggi dapat meningkatkan potensi terjadinya longsor. Karena itu, kondisi cuaca dan potensi pergerakan tanah perlu terus diwaspadai, terutama oleh tim yang melakukan penanganan di lokasi,ā jelas Decky.
Informasi prakiraan cuaca tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan di lokasi bencana. Wagub Vasko meminta seluruh unsur yang terlibat dalam proses penanganan memperhatikan perkembangan cuaca, terutama saat melakukan pencarian, evakuasi warga, maupun pembersihan material longsor.
āInformasi dari BMKG ini menjadi dasar bagi kita untuk mengantisipasi kondisi di lapangan. Tim harus tetap bergerak, tetapi keselamatan masyarakat dan petugas tidak boleh diabaikan,ā tegas Vasko.
Pemprov Sumbar, lanjut Vasko, akan terus berkoordinasi dengan BMKG dan Pemerintah Kabupaten Solok untuk memantau perkembangan cuaca serta memastikan setiap langkah penanganan dapat dilakukan secara terukur dengan mengutamakan keselamatan masyarakat dan petugas. (000/adpsb)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





