Sementara itu, 12 mahasiswa Program Doktor BK FIP UNP mengikuti sesi bedah artikel penelitian internasional bersama akademisi UPM. Forum tersebut dimanfaatkan untuk memperoleh masukan dalam penyempurnaan artikel yang dipersiapkan menuju publikasi pada jurnal bereputasi internasional.
Tak hanya mahasiswa, agenda International Mobility juga dimanfaatkan dosen dari kedua perguruan tinggi untuk membahas peluang pengembangan kerja sama akademik.
Pembahasan diarahkan pada pengembangan riset kolaboratif internasional yang berpotensi menghasilkan publikasi bersama pada jurnal bereputasi. Selain itu, kedua pihak membahas rencana program pengabdian kepada masyarakat berskala internasional yang dapat dilaksanakan secara bersama oleh UNP dan UPM.
Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk berlangsung secara timbal balik. Kedua institusi menyusun rencana tindak lanjut berupa program International Mobility bagi mahasiswa UPM ke Universitas Negeri Padang.
Koordinator kegiatan sekaligus Dekan FIP UNP Prof. Afdal mengatakan, program tersebut menjadi investasi akademik untuk membentuk lulusan dengan kompetensi global, kemampuan beradaptasi di lingkungan internasional, serta jejaring akademik yang lebih luas.
Menurutnya, kerja sama dengan UPM tidak hanya memberikan pengalaman belajar internasional kepada mahasiswa. Kolaborasi tersebut juga membuka peluang bagi dosen untuk mengembangkan riset bersama, publikasi internasional, dan berbagai program akademik yang memberikan manfaat bagi kedua institusi.
Di luar agenda akademik, peserta International Mobility berkesempatan melihat sejumlah fasilitas unggulan Fakulti Pengajian Pendidikan UPM. Fasilitas yang dikunjungi antara lain Putra Future Classroom, Counselling Lab, Faculty Learning Theatre, serta berbagai sarana pembelajaran berbasis teknologi.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





