“Kami berharap, dengan adanya program BSPS ini, rumah yang tidak layak huni di Kota Pariaman sudah jauh berkurang, dan ke depan rumah tersebut menjadi layak huni dan melalui skema Pemilihan Toko Terbuka (PTT) atau tender rakyat. Dengan skema ini, mulai dari tukang, toko bangunan, pendamping, sampai sopir angkutan akan memperoleh manfaat dari program ini, sehingga dapat memberdayakan masyarakat lokal yang nantinya uang berputar di daerah,” ungkapnya.
Dia juga mengingatkan bahwa bantuan Rp20 juta per unit belum tentu mencukupi seluruh kebutuhan pembangunan rumah. Karena itu, dukungan bersama dan semangat gotong royong masyarakat sangat diperlukan. (028)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





