Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bukittinggi Iddial mengatakan, pengembangan ekonomi daerah perlu berjalan beriringan dengan perlindungan bagi pekerja yang terlibat di dalamnya.
“Kami melihat bahwa pengembangan ekonomi daerah perlu berjalan beriringan dengan perlindungan bagi para pekerja. Ketika sektor pertanian dan komoditas jagung berkembang, maka para pekerja yang berada di dalam ekosistem tersebut juga perlu mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” ungkap Iddial.
Iddial menjelaskan, pekerja sektor pertanian menghadapi risiko dalam menjalankan aktivitasnya sehingga kepesertaan dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi salah satu bagian penting dalam memberikan perlindungan.
“Kami berharap melalui kolaborasi ini, semakin banyak petani dan pekerja sektor pertanian yang dapat terlindungi melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Perlindungan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada pekerja sekaligus mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat,” tambah Iddial.
Dalam kerja sama tersebut, BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu pihak dalam ekosistem yang melibatkan pemerintah daerah, perbankan, PNM, Jamkrida, kelompok tani, dan Perum Bulog. Kolaborasi ini mencakup aspek pengembangan, pembiayaan, pemasaran, serta perlindungan sosial dalam ekosistem komoditas jagung.
Keikutsertaan BPJS Ketenagakerjaan menjadi bagian dari upaya memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada pekerja di berbagai sektor, termasuk pekerja sektor pertanian di Pasaman Barat. (000/003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





